RSS
AHLAN WA SAHLAN.....JUST A NOT.....FOLLOW BLOG SAYA YEAH.....SYUKRON JAZAKILLAH.....I LOVE U FULL.....

Minggu, 28 Agustus 2011

Lebaran Sebentar Lagi...

Semua orang senang dengan lebaran, baju baru, ketupat, makanan ringan yang begitu banyak bertengger di meja tamu, kumpul bareng keluarga, ziarah ke kerabat, saudara, kakak, adek, ayah atau ibu yang dulu pernah kita merasakan hangatnya, sedih saat bersama atau senang dalam menjalani hidup.Tapi itu semua sudah tidak ada pada diriku. Lebaran kali sangat menyedihkan bagiku, malah aku tdak ada persiapan apa". :-(

Malam takbir begitu sibuk aku kirim kata selamat atau meminta maaf dari phonecellku kalau selama ini perlakuan/sikapku pada mereka yang pernah bersentuhan meninggalkan salah, benci ataupun masalah.  Tentu saja tak pernah aku harapkan. Kadang ya terharu dengan lebaran, karena alhamdulillah hingga kini aku masih mengenyam nikmat-MU.


Duar,,,duar….suara petasan itu, tidak bisingsih, karena kita sudah terbiasa menghadapi hal ini. mental kita sudah begitu siap untuk menghadapinya. Pasang tampang tersenyum yang begitu manis supaya mereka tak berpikir aku membenci perilaku mereka.

Lebaran tanpa seorang Bunda dan Ayah tercinta. Sedih banget rasanya…. Kehilangannya sangat terasa. Bunda-Ayah, Maafkan salah dan dosa anakmu ini….Antara sedih, terharu, senang…

Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Bunda dan Ayahku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah… penuh nanah

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…Bunda…Ayah
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas…

Seperti udara… kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas…Bunda... Ayah

Ketika senang, selalu ingin disekitar kita merasa senang, berusaha menyisihkan apa yang aku miliki untuk berbagi, kadang nikmatnya jauh melebihi dari apa yang kita miliki. Kepuasan batin! Senang rasanya mereka tersenyum dan menikmati dari sesuatu yang mereka sukai.
Tapi ketika kepedihan mulai mendera, aku harus berusaha untuk tersenyum. Sebisa mungkin memendam tanpa harus berkeluh kesah. Paling hanya diam dan coba bersyukur karena kita manusia, sebab kita menjalani hidup.

Sudah menjadi tugasku harus menjalani hidup, apapun yang kita rasakan bagian dari apa yang dijalankan. Kadang itu sulit untuk dijalani, sebab kita harus ikhlas merasakannya. Apapun harus diterima dengan lapangan dada dan berpikir jernih.

Kadang sering tanpa sadar karena amarah tak berkesudahan dan beban yang sulit dipikul membuncah, makian atas entah kerap muncul, tapi ketika senangpun kita jadi lupa diri, sombong dan sulit tersentuh.
Khidmat inilah yang aku rasakan saat lebaran, me-review perjalanan tentang hidup, memaknai arti atas pengalaman, melihat semua dengan kepositifan, karena gairah lebaran hanya ada pada hati dan nurani.

6 komentar:

DimasAdy™ mengatakan...

tetap semangat sambut lebaran, walau apapunyang telah terjadi, semoga Ibadah Ramadhan tahun ini diterima Allah, dan ampunan_NYa kita dapat.

*Eid Mubarak, Maaf atas segala khilaf...

Chilfia Karunianty mengatakan...

spiriiit ^^
minal aidin wal faidzin. :)

Uchank mengatakan...

Wah :)

semangat ya :D
lebaran sebentar lagikan. gpp :)

De Crez mengatakan...

Impressive ^_^,

Keep writing Rumi

Nick Salsabiila mengatakan...

Semangat ya dek...tetaplah tegar dalam senyuman...Allah pasti menyimpan kisah yg indah buatmu...^__^
Happy aidil fitri dek...maafkan silap dan salah nick slama ini yah...

abieomar mengatakan...

Wah, saya suka tuh lagu, heheheheh

Salam

Posting Komentar

 
Copyright IKHLAS 2009. Powered by Blogger.Wordpress Theme by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul Dudeja.