RSS
AHLAN WA SAHLAN.....JUST A NOT.....FOLLOW BLOG SAYA YEAH.....SYUKRON JAZAKILLAH.....I LOVE U FULL.....

Kamis, 11 November 2010

Memaknai Hari Pahlawan

BANGSA kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang bertempur mati-matian untuk melawan tentara sekutu yang dipimpin Inggris di Surabaya.

Saat itu mereka hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang nasional tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siaran radionya. Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.
Setiap tahun generasi sekarang mengenang jasa para pahlawan. Namun mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna Hari Pahlawan. Peringatan yang dilakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. 

Pengamat politik hubungan internasional, Dr.R. Dudy Heryadi Tjakradinata yang dimintai tanggapan perihal Hari Pahlawan, Rabu (10/11) mengatakan, tugas generasi muda saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

"Dalam mengisi kemerdekaan kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Menghadapi situasi seperti sekarang saya berharap muncul banyak pahlawan di segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk hari ini (kemarin, red)," ujarnya.

Bangsa ini, lanjut Dudy, membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Indonesia yang adil dan demokratis serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Kita mencatat beberapa wilayah Indonesia masih dihantui tindakan teror. Kita membutuhkan orang yang berani menangkap pelakunya. Negeri kita sedang dililit kanker korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Kita membutuhkan orang-orang yang berani untuk memberantasnya," cetus Dudy.

Ia menjelaskan, setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan keluarga. "Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing," ucapnya.

Sementara di tempat terpisah, anggota Kelompok Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Unpad, Nurul Ilsa mengatakan, sebagai mahasiswa pihaknya wajib mencontoh semangat para pejuang untuk diimplementasikan dalam kehidupan masa kini. "Sekarang justru banyak muncul pahlawan kesiangan. Banyak sekali mereka yang memanfaatkan kesempatan saat kondisi negara kita sedang tidak karuan ini. Karena itu diperlukan seorang pemimpin yang kompeten dan intelektual serta humble dalam menjalankan hukum. Ia tidak memandang ras atau hubungan pertalian keluarga," tegasnya.

Penilaian di atas tadi sah-sah saja dikemukakan. Tapi kalau mau jujur istilah pahlawan adalah sebuah kata yang diberikan kepada orang yang berjasa kepada negara ini. Sebenarnya banyak sekali orang-orang yang telah berjasa bagi bangsa ini, namun nama mereka tidak tertulis dalam buku sejarah. Zaman sekarang pun banyak sekali orang yang berjasa di berbagai bidang. Seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, ada pula mereka yang membentuk moral, khususnya para remaja dengan ilmu agama. Mereka juga berhak disebut sebagai pahlawan. 

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright IKHLAS 2009. Powered by Blogger.Wordpress Theme by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul Dudeja.