RSS
AHLAN WA SAHLAN.....JUST A NOT.....FOLLOW BLOG SAYA YEAH.....SYUKRON JAZAKILLAH.....I LOVE U FULL.....

Selasa, 30 November 2010

Puisi untuk Bunda… “Bunda Aku Kangen Malam Ini”


BUnda,,,
malam iNi aKu kaNgen,, iNgin sekali ku berlabuh di pundakmu dan bercerita banyak kepadamu
kesepian ini selalu membuat aku terasa hampa…
Tak dapat ku bayangkan jika bUnda dapat menyaksikan keadaanku disini..
bahkan aku pun tak sanggup untuk salalu jujur kepadamu tentang keadaanku disini,,,
karena aku tak ingin buat bunda menangis dan bersedih,,,,

Bunda,,
aKu kangen
kapan ea aku bisa ketemu bUnda lagi..???
setiap malam aku hanya berdoa, semoga bunda selalu baik-baik saja…

Bunda,,
masih ingatkah masa kecilku dulu.. waktu bunda masih sering memarahiku,,
karena begitu bandelnya aku, tak nurut apa yang bunda bilang…
kadang aku selalu buat bunda kesel, jengkel, akan tingkah ku dulu,,,
karena kenangan inilah aku selalu ingat terus,,
rasa-rasanya aku ingin kembali ke masa kecil dulu..
karena selalu ada bunda temani aku,,

Namun sekarang,,,
semua telah berubah,, dan akupun telah  dewasa
hingga sanggup untuk meninggalkan bunda sendirian disana..
aku juga tak rela jika harus jauh dari bunda,,
tapi inilah yang harus aku jaani..
karena aku ingin bisa mandiri lagi
ga ingin manja lagi..
aku ingin merasakan gimana hidup susah
sendirian dan segala apa pun ku lakukan sendiri
aku ingin belajar seperti bunda,,
yang selalu tegar dalam menjalani beban yang ada.. dan segala cobaan,,

Bunda,,,
aku kini telah merasakan hidup prihatin yang jauh dari sanak saudara,,
sehingga bisa jadi pelajaran buat aku nantinya,,,
namun kadang juga aku merasa jenuh,, hidup dalam kehampaan
harus jauh dari kalian semua,,,,
tApi, tak apalah karena ini ingin ku…
Demi cita2 dan semua impian ku
agar aku tak merepotkan lagi bunda…
aku rela walau harus jauh dari bunda….

BUnda, jangan khawatir kan aku disini,,,
aku sayang ama bunda… dan aku juga sangat kangen ama bunda…
kelak aku kan pulang untuk bunda,,,
putrimu rindu kalian semua
^____^

Puisi Untuk Bunda

 
Dalam setiap irama tubuhmu kau selalu menyapa
Dalam kepenatan yang tak pernah terbisikkan kau selalu mendekap
Dalam kerinduan yang sangat kau tak pernah ingin lepas dariku

Usiaku kini telah berubah
Aku bukan lagi gadis kecil
Kaulah yang telah membentuk jiwa mentah ini
Kaulah yang telah mengelola emosi labil ini menjadi lokomotif kemajuan
Kaulah yang selalu memberiku keberuntungan dengan nasihatmu kala malam telah
larut dan gerbang mimpi siap menghampiriku

Kala yang lain terlelap
Kutahu kau tak pernah terlena
Pikiran, hati, jiwa, dan emosiku selalu bekerja dan bekerja untuk masa depanku
Kau selalu berpacu dengan waktu
Karena kau yakin, tanpa itu bisa jadi aku terlindas oleh jaman yang semakin tak
keras

Kaulah pengantar luasnya pengetahuanku
Kala wadah kosa kataku hanya bagai tetesan air
Kaulah yang memenuhinya hingga menjadi sebuah lautan
Kaulah bintang berkilauku
Yang tak akan pernah terlupakan oleh rangkaian huruf cahaya sejarah peradaban
manusia

Andai aku bisa, bunda…
Kan kubalas segenap cinta dan kasihmu
Andai aku mampu, bunda…
Kan kupersembahkan seterang kilauanmu, sehangat dekapanmu, setulus kasihmu, dan
sebijak nasihatmu
Kutahu, bunda…
Tanganmu tak pernah lepas berharap untukku dalam setiap do’a yang kau panjatkan
Kutahu bunda…
Senyummu selalu menyapa dalam setiap kata cinta yang keluar dari lisanmu
Kutahu bunda…
Mata hatimu selalu terjaga dalam setiap derapku

Ya Allah….
Kutengadahkan tanganku berharap kau membahagiakannya sepertiku kini
Ya Rabbi…,
Kumemohon berilah bunda mimpi yang selalu indah
Ya Rabbul Izzati…,
Kuberharap padaMu anugerahkan bunda kecupan hangat
Seperti yang selalu ia berikan padaku saat aku terbangun di pagi hari
Ya Illahi…,
Sejahterakanlah bunda

Kamis, 25 November 2010

 RINDU
Hari-hari tanpa kasih
tiada arti yang menepih
sepi rasa ini
tak kunjung hadir menemani

mengingat masa lalu
rasa kasih dan rindu
yang beliau beri untukku
menghibur sedihku

kini kau telah tiada
tinggalkanku tuk selamanya
kutak tahu harus bagaimana
menghadapi cobaan yang melanda

tanpa dirimu bunda
sesuatu yang tak kusangka
menyelesaikan setiap masalah
melanda hati yang resah

kuingin kau ada
saat ku berputus asa
mengobati luka
rasa sayang dan rindu di jiwa

KENANGAN BERSAMA BUNDA
Awal aku menapaki kaki di bumi ini
Kau telah bersama ku
Tiada lelah menyusuri jejak langkah ku
Seluruh waktu mu, kau persembahkan untuk ku

Perhatian mu tidak luput dari ku
Mendidik ku
Hingga mencapai puncak titik kedewasaan
Mengajak ku menyelami arti hidup yang sesungguhnya
Dan genggaman tangan mu tidak lepas
Senantiasa menuntun ku dikala kaki ini kehilangan arah
Membimbing ku untuk mengerti dan menerima
Segala kenyataan yang ada

Aku kian tumbuh besar
Keremajaan kini bersama ku
Masa puber dan gejolak remaja datang pada ku
Hingga satu dua kali, aku pun terikut arus
Sesaat itu pun, untuk pertama kali
Aku melihat raut wajah penuh kekecewaan
Tergambar jelas di sorot mata mu
Namun kau tetap berusaha menyadari ku
Memberi ku petuah
Walau dengan nada meninggi
Sampai aku tersadar dari mimpi-mimpi dunia remaja ini

Waktu pun tetap bergulir
Aku mulai menapaki kedewasaan
Tinggal menghitung hari
Memasuki dunia perantauan
Tempat ku menyelami samudera ilmu

Namun....
Saat itu pun datang
Saat yang membawa ku
Larut dalam gelombang duka
Saat yang tidak terduga
Dan tanpa permisi dia datang
Mengambil mu dari sisi ku

Kau kini pergi jauh meninggalkan ku
Di tengah saat-saat pendewasaan ku
Seakan sang waktu tahu
Semua bekal sudah cukup
Untuk tetap melanjutkan cerita kehidupan di dunia ini

Aku kecewa
Tangis tak terelakkan lagi
Semua terlalu cepat bagi ku

Sang waktu jualah mengiringi ku
Mengajak ku berlomba dengannya
Dan kini aku tetap dapat berdiri
Semua karena bekal dari mu
Sosok yang selalu ku cinta
Dia adalah bunda ku

Terimakasih atas segala yang telah kau beri
Dan atas segala kenangan yang tercipta


BUNDA...SEGALANYA BAGIKU 
Pernahkah engkau ?
Mengambil sedikit detik
Untuk sekedar mendalami
Karakter seseorang yang sarat arti
Mungkin saja pernah
Walau hanya terbatas selintas

Ia adalah pembawa setitik nyawa
Pembuka jalan di dunia bagi setiap jiwa
Dia rela
Menyediakan waktunya untuk menderita
Atas nama cinta dalam kebanggaannya
Tahukah engkau ?

Dulu Kita berbagi nafas dengannya
Ia mengharumkan kita
Dengan lembut santunnya yang khas
Bersatu dalam aliran darah dan denyut jantung
Oleh karena itu
Bumi senantiasa menaungi dan memuji

Ia adalah satu kata terindah yang pernah ada
Pelepas dahaga
Di saat hati manusia meronta
Tak terhitung santun tulusnya
Membelai kehidupan di dalam kesyahduan
Oh Engkau
Kemuliaanmu memang tak tertandingi
Oleh sebentuk wujud apapun

Bunda adalah roh suci yang menghantui keberadaanku
Bunda adalah penjaga ambisiku
Rengkuh aku dalam damai tuturmu
Peluk aku dalam hangat kasihmu

Betapa diri merasa
Satu kata yang sempat ada
Telah membinasakan segalanya
Ampun dan ampun
Karena khilaf yang kerap menghujam tajam

Bila kau pinta
Kupersembahkan nyawa seutuhnya
Namun itu tak pernah bias menggantikan
Binar cintamu
Hanya restu dari tangan lembutmu
Yang sanggup mengubah nistaku

Bunda...
Hanya Tuhan yang tahu
Tentang kadar sayang anakmu
Biarkan inginku menuntun
Menuju muara cinta
Untuk engkau semata

Selasa, 16 November 2010

PUISI UNTUK BUNDA TERSAYANG

BUNDAKU SAYANG
Lihatlah kami Bunda
Lihatlah senyum kedamaian Malam ini
Kita meminta penuh harap
Kepadamu ya Rob untuk kau Ridhoi
Kami hadir sepakat merajut angan
Sesuai bersujud ketika matahari kembali keperluan
Masi terasa pelukan do’a di atas sajadah penuh makna
Ma’afkan kami Bunda
Do’aku , do’a bunda yang penuh makna
Yang senantiasa memohonkan ampun
Dosa-dosa kita yang tak pernah berakhir
Do’amu Bunda
Sebagai penyejuk hati yang kadang pecah
Sebagai ujian dan cobaan yan g kadang abis menjebak iman kita
Malam ini mari kita berpetualang mencari ridhonya
Tuk meraih cita dan cintailah Dalam mahliga Surga 
.


RINDU BUNDA
membuyar,
raut lelah pada senyuman bunda
tertatih
menanti sang buah hati berkelana
mengapa memberat tanya pada senyumnya
dan
waktu jua yang melumat egonya
meski tak merasa dekapnya
senyumnya tlah berkaca
menilai kehadiran buah hatinya yang terluka
kasihnya memang sepanjang masa


BUNDA 
kau yang tlah melahirkan aku di dunia ini . .
kau slalu ada di stiap aku butuh dan aku terjatuh di dalam suatu maslah . .
kau sangat berarti untuk ku . .
maaf kan aku yang slama ini aku selalu menyakiti mu . .
belaian kasih sayang yang kau berikan tak ada yang dapat menggantikan . .
kau selalu memberiku semangat dalam menjalani smua ini . .
kau rela memberikan apa saja yang kau miliki untuk ku . .
kau korban kan sluruh jiwa dan raga mu saat kau melahirkan aku. .
kesabaran mu tiada dua’ny . .

aku sangat menyanyangi mu . .
aku ingin ibu slalu di sisi ku . .
aku gag pengen ibu jauh dari hidup aku . .
I LOVE YOU MOM . .

TERIMA KASIH IBUKU TERSAYANG

IBU…..
kau bagai rembulan di hidupku,bagai matahari yang menyinari pagi dengan kehangatannya,&kau bagaikan bidadari dalam hidupku.
IBU…..
betapa besar pengorbananmu pada anak2-mu,9 bulan kami ada dalam kandunganmu,
hingga kau mengorbankan nyawa saat melahirkan kami ke dunia ini & membesarkan kami dengan kasih sayangmu yang tulus sejernih air yang mengalir disurga.
IBU…..
beribu2 ku ucapkan terima kasih padamu,
walau ucapan terima kasih ku takkan pernah cukup dengan semua pengorbanan dan kasih sayangmu selama ini.
IBU…..
aku berjanji akan menjadi anak yang terbaik bagimu,
TERIMA KASIH IBU

Wanita Cahaya Syurga

kerlip bintang mampu menghapus putus asa itu….
matahari yang bersinar bisa menutupi kesedihannya…
senyumannya yang menyejukan jiwa, laksana bulan purnama bercahaya terang…
kesendirianku terhampus lembaran kebahagiaan yang dia berikan…
cahayanya bagaikan segumpal cahaya yang mampu menerangi seluruh alam…
tatapan matanya yang bersinar seperti air yang menampakkan wajah cantiknya…
setetes demi setetes air wudhu membasahai raganya…
doa demi doa menyiram hatinya…
ketika sayap-sayapnya terbakar,dia berusaha membuat sayapnya itu utuh!…
kesabarannya setia menemani hariku yang ceria….
dia yang selalu menyalakan cahaya-cahaya yang redup dalam hidupku…
dia selau menaruh sepotong harapannya agar dunia semakin bersyukur dan bersyukur atas nikmat yang Tuhan berikan terutama pada anak-anaknya…
dia yang selalu mengajarkan dunia untuk mngerti kingkungannya terutama pada anak-anaknya…
karena dia adalah wanita cahaya syurga yang selalu membuat kita mngerti apa arti dari saling menghargai dan arti dari saling membahagiakan…

Minggu, 14 November 2010

PUISI UNTUK SAHABAT

sahabatku………
seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi
agar kau tak akan bertemu dengannya
atau agar kau bisa menghindar darinya
karena sahabat…..
seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu
sahabatku……
alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan
sahabat…….
dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan
dan kau pun akan mampu dan lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan yakinlah sahabat……..
kaupun akan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam

sumber : anonim




Sadarlah!

Seringkali kita tersadar
Sesaat setelah kita kehilangannya
Yang ada tinggal penyesalan, ratapan dan tangisan
Maka jagalah orang yang kau cintai
Jangan biarkan ia lepas untuk selamanya
Karena….
Meski kau akan mendapatkan pengganti dia
Tapi rasanya tidak akan sama
Sebab hanya pada saat tertentu saja
Dimana kita bisa mencinta Sedalam-dalamnya
Putih berbeda dengan kuning B
erbeda pula dengan jingga
Meskipun sama cerahnya
Bila kau telah memiliki putih
Jagalah!
Jangan sampai ia berubah warna
Bila belum, maka carilah!!

Published by robiah under Puisi

Muslimah Sejati

Muslimah Sholihah Sejati
Selalu Membawa Maslahat
Selembut Khadijah
Secerdas Aisyah
Semulia Ummu Salamah
Secemerlang Fatimah
Sesantun Zainab
Setegar Asma
Segagah Nasibah
Andakah Muslimah Sholihah Sejati itu?!! Buktikan!:)

  
Segala peristiwa berawal dari pandangan mata
Jilatan api bermula dari setitik bara
Berapa banyak pandangan yang membelah hati
Laksana anak panah yang melesat dari tali
Selagi manusia masih memiliki mata untuk memandang
Dia tidak lepas dari bahaya yang menghadang
Senang dipermulaan
Dan ada bahaya yang menghadang di kemudian hari
Tiada ucapan selamat datang
Dan ada bahaya saat kembali

Kamis, 11 November 2010

Arwah Pejuang Menangis di Hari Pahlawan

Oleh : Maulana Syamsuri
Lebih dari 138 orang tokoh yang telah ditetapkan Pemerintah RI sebagai pahlawan nasional, akan menangis di makamnya ketika peringatan Hari Pahlawan dilangsungkan di negeri tercinta ini. Betapa para pejuang itu tidak menitikkan air mata karena peringatan  
Hari Pahlawan 
tahun ini dalam suasana negara yang sedang menghadapi berbagai peristiwa dan tragedi, seperti bencana alam yang silih berganti, di Papua Barat, letusan Gunung Sinabung dan menyusul Merapi serta gempa Mentawai, Sumbar yang merenggut ratusan jiwa. Juga korupsi yang terus merajalela serta Gubernur dan Kepala Daerah yang masuk bui, menyusul pro kontra pembangunan gedung baru para dewan, serta studi banding anggota DPR ke Eropa, telah menyebabkan arwah para pejuang yang sudah memberikan darma baktinya berupa nyawa dan harta benda bersedih hati. Apalagi tentang kerusakan moral bangsa ini dan angka pengangguran di republik ini yang jumlahya terus membengkak hingga 4,1 juta orang. Pembusukan dalam berbagai hal terus terjadi dimana-mana, baik di pusat maupun di daerah. Aksi teroris juga belum tuntas serta tawuran antar warga masih tetap ada. Hukum yang seperti karet dan meningkatnya berbagai kejahatan dan pelecehan, baik terhadap anak maupun perempuan telah menyebabkan air mata para pejuang dan para pahlawan semakin berderai di makamnya.

Bersyukurlah warga Sumatera Utara karena dari lebih seratusan para pejuang yang telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional itu terdapat beberapa nama pejuang yang berasal dari daerah ini, yakni Abdul Harrris Nasution, Adam Malik, Tengku Amir Hamzah, Ferdinand Lumbantobing, Tengku Rizal Nurdin dan Sisingamangaraja XII, juga May jen D.I. Panjaitan. Nama mereka abadi tertulis dengan tinta emas dalam daftar para pahlawan nasional.

Sementara dari daerah Nanggroe Aceh Darussalam terdapat nama Tengku Umar, Teuku Muhammad Hasan, Tengku Dik Ditoro, Cut Nya Dien dan Cut Nayak Meutia.
Memperingati Hari Pahlawan haruslah kita cermati tentang pertempuran paling dahsyat yang terjadi di Surabaya di bulan Nopember 1945 . Lahirnya Hari Pahlwan tidak terlepas dari perang besar di Jawa Timur itu, juga pertempuran di kota-kota lainnya, tapi juga tidak dapat dipisahkan dari buah pemikiran Bung Karno sebagai pemimpin dan tokoh maupun sebagai negarawan terkemuka di negeri ini maupun di mancanegara.

Pada hakekatnya, Hari Pahlawan mengandung makna patriotisme dan nasionalisme yang tinggi. Hari Pahlawan sangat sarat dengan bobot semangat pengabdian kepada rakyat,juga mencerminkan kerelaan berkorban demi kepentingan nusa dan bangsa Hari Pahlawan juga mengandung pesan moral yang terkandung dalam sumpah pemuda, Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila

Sumbangsih Etnis China untuk RI
Salah satu tokoh Pahlawan Nasional adalah Wage Rudolf Supratman sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya yang setiap acara-acara kenegaraan dikumandangkan. Teks lagu kebangsaan itu pertama sekali disosialisasikan dan dipublikasikan keseluruh pelosok nusantara di surat kabar Sin Po, sebuah koran Melayu China.
Sebelumnya pada tahun 1920-an surat kabar Sin Po mempelopori penggunaan kata Indonesia "Bumi Putera" sebagai pengganti istilah "Belanda Inlander" yang amat merendahkan martabat bangsa dan rakyat Indonesia. Bahkan seorang jurnalis Surat Kabar Sin Po ,Lie Eng Kok, adalah seorang pemuda yang paling dicari penguasa Belanda karena diduga sebagai otak penyerangan markas Belanda di Banten tahun 1926. Lie Eng Kok selama menjadi jurnalis di Sin Po, sangat akrab dengan pencipta lagu Indonesia Raya W.R.Soepratman. Sepak terjang dan perjuangan Lie untuk Indonesia sudah lama tercium oleh penguasa Belanda.
Sang jurnalis ini juga merupakan kurir yang selalu membawa berita penting tentang pergerakan Indonesia yang ada di Banten dan Jawa Tengah. Perannya sebagai kurir ini dianggap paling membahayakan kekuasaan Belanda hingga tidak henti-hentinya Belanda berusaha mengintai dan memburunya. Sampai suatu saat persembunyiannya diketahui Belanda yang kemudian menangkapnya. Tidak hanya menangkap dirinya dan menghentikan perjuangannya, tapi Lie juga harus mengalami nasib malang, ia dibuang ke Papua selama 5 tahun (1927-1932.)

Peran jurnalis untuk kemerdekaan RI tidak hanya di Koran Sin Po, tapi juga Harian MATA HARI yang dipimpin oleh Kwee Hing Tjiat. Pendiri Partai Tionghoa Indonesia Liem Koen Hian juga ikut berperan dalam perjuangan lewat surat kabar ini. Penerbitan Harian MATA HARI mendapat dukungan dari para tokoh dan pejuang Indonesia, seperti Bung Karno, Dr.Tjipto Mangunkusumo, Mr. Iwa Kusumasumantri, Drs.Moh.Hatta dan Mr.Moh.Yamin.

Tidak hanya rakyat Indonesia melulu yang pada masa penjajahan berjuang memanggul senjata untuk menegakkan kemerdekaan dan mempertahankan Negara Kesatuan RI. Dari kalangan etnis China sudah diketahui oleh umum, bahwa sumbangsih pemikiran, tenaga dan perjuangan mereka banyak memberi makna untuk kemerdekaan bangsa ini. Dan mereka tidak mengemis untuk diberi tanda jasa atau penghargaan. Mereka benar-benar rela dan ikhlas berjuang memberikan dharma bhaktinya untuk Indonesia. Demi kemerdekaan negeri tercinta ini!

Namun demikian seorang pejuang dari kalangan etnis China,Ferry Sie King Lien, dikenal oleh masyarakat Jawa Tengah sebagai seorang gerilyawan yang tangguh terutama di sekitar Solo. Ferry adalah seorang gerilyawan yang gagah berani dan selalu menyebarluaskan selebaran, plakat dan seruan untuk membela tanah air di dinding-dinding pertokoan maupun tempat-tempat umum. Pemuda yang masih berusia 16 tahun ini amat piawai dalam melakukan gerilya kota. Namun serdadu Belanda senantiasa menguntit dan memburunya karena dianggap sebagai pemuda paling berani dan licin. Suatu malam,ketika kota Solo sedang gelap, satu regu serdadu Belanda berhasil memberondongnya dengan tembakan gencar hingga Ferry tersungkur dengan tubuh bersimbah darah. Ferry dimakamkan setelah Belanda meninggalkan Solo, dan akhirnya ia dimakamkan di Makam Pahlwan Taman Bahagia Jurug Solo.

Tidak banyak orang awam yang tahu, dalam peristiwa penurunan Bendara Belanda di Hotel Oranye yang amat erat kaitannnya dengan Hari Pahlawan, seorang pemuda China juga ikut berperan di sana, yakni Tony Wen.

Warga China yang amat besar sumbangsih dan dharma baktinya untuk Indonesia adalah Dr.Oei Boen Ing yang memiliki nama Indonesia Obi Darmohoesodo bergelar Kanjeng Raden Toemenggoeng. Dokter ini pernah merawat Jenderal Sudirman. (Baca Artikel tentang Dr.Oei Boen Ing, Analisa Edisi Hari Pahlawan 10 Nopember 2008).

Memenuhi Panggilan Bung Karno
Tan Kuan Lin adalah salah satu pejuang kemederkaan di era 1945 dan memenuhi panggilan Bung Karno untuk bergabung degan Angkatan Perang Pemuda Indonesia (APPI). Bersama belasan pemuda dari Etnis China, ia aktif berjuang untuk RI. Badan ini merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pang kat Tan Kuan Lin terakhir adalah Letnan Dua TNI AD dengan jabatan Kepala Seksi Perlengkapan TNI Divisi X.

Lain lagi dengan sosok Lim John Lie yang selalu melakukan pelayaran Riau - Singapura. Dari Sumatera Lim mem bawa karet dan hasil bumi lainnya diseberangkan ke Singapura dan pelayaran ini tidaklah mudah, tapi penuh dengan tantangan berat. Bahkan taruhannya adalah nyawa. Di laut ia harus menghadapi blockade tentara Belanda yang dilengkapi persenjataan muthakir.

Dari hasil pelayaran bolak-balik Riau- Singapura inilah Lim berhasil melakukan barter hasil bumi dengan senjata . Pada akhirnya senjata dari Singapura itu, ia serahkan untuk para prajurit Indonesia .
Liem Koen Hian adalah pendiri Partai Tionghoa Indonesia yang dalam gerakannya mendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di tahun 1930-an, pemuda ini sangat aktif melakukan propaganda anti Jepang bahkan pernah ditahan oleh penguasa Jepang. Liem pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang merumuskan UUD 1945. Lim adalah salah seorang utusan RI mewakili Indonesia pada perundingan Renville bersama Thio Thian Tjiong. Perundingan antara Belanda dan RI ini diprakarsai oleh AS yang berlangsung di atas kapal angkut USS Renville tanggal 27 Oktober 1947 milik Amerika Serikat.

Masih banyak lagi pejuang etnis China yang telah berjuang untuk kemerdekaan negeri ini. Dalam memperingati Hari Pahlawan tahun ini, hendaknya jangan hanya diisi dengan hening cipta, ziarah ke makam pahlawan dan menyanyiknan Indonesia Raya serta pidato-pidato tanpa makna yang akhirnya mirip pepesan kosong. Jadikan peringatan Hari Pahlawan tahun ini sebagai cermin diri untuk mengkaji setiap pribadi apa yang telah dilakukan untuk negeri ini. Jangan sampai derai air mata para syuhada dan pejuang kemerdekaan semakin pilu. Kepada para ahli sejarah diharapkan untuk dapat meneliti tentang sumbangsih dan perjuangan etnis China untuk negeri ini,agar nama-nama mereka baku dalam sejarah kemerdekaan RI. *** 

Penulis adalah sastrawan/novelis

Memaknai Hari Pahlawan

BANGSA kita setiap tahun merayakan Hari Pahlawan pada 10 November. Pada saat itulah kita mengenang jasa para pahlawan yang telah bersedia mengorbankan harta dan nyawanya untuk memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan. Kita memilih 10 November sebagai Hari Pahlawan karena pada tanggal tersebut 61 tahun silam para pejuang bertempur mati-matian untuk melawan tentara sekutu yang dipimpin Inggris di Surabaya.

Saat itu mereka hanya mempunyai beberapa pucuk senjata api, selebihnya para pejuang menggunakan bambu runcing. Namun para pejuang nasional tak pernah gentar untuk melawan penjajah. Kita masih ingat tokoh yang terkenal pada saat perjuangan itu yakni Bung Tomo yang mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat siaran-siaran radionya. Ruslan Abdul Gani yang meninggal beberapa waktu lalu adalah salah seorang pelaku sejarah waktu itu.
Setiap tahun generasi sekarang mengenang jasa para pahlawan. Namun mutu peringatan itu terasa menurun dari tahun ke tahun. Kita sudah makin tidak menghayati makna Hari Pahlawan. Peringatan yang dilakukan sekarang cenderung bersifat seremonial. 

Pengamat politik hubungan internasional, Dr.R. Dudy Heryadi Tjakradinata yang dimintai tanggapan perihal Hari Pahlawan, Rabu (10/11) mengatakan, tugas generasi muda saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman.

"Dalam mengisi kemerdekaan kita dituntut untuk menjadi pahlawan. Menghadapi situasi seperti sekarang saya berharap muncul banyak pahlawan di segala bidang kehidupan. Dalam konteks ini kita dapat mengisi makna Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tahun pada 10 November, termasuk hari ini (kemarin, red)," ujarnya.

Bangsa ini, lanjut Dudy, membutuhkan banyak pahlawan untuk mewujudkan Indonesia yang damai. Indonesia yang adil dan demokratis serta meningkatkan kesejahteraan rakyat. "Kita mencatat beberapa wilayah Indonesia masih dihantui tindakan teror. Kita membutuhkan orang yang berani menangkap pelakunya. Negeri kita sedang dililit kanker korupsi yang sudah mencapai stadium terakhir. Kita membutuhkan orang-orang yang berani untuk memberantasnya," cetus Dudy.

Ia menjelaskan, setiap orang harus berjuang untuk menjadi pahlawan. Setiap hari kita berjuang paling tidak menjadi pahlawan untuk diri sendiri dan keluarga. "Artinya, kita menjadi warga yang baik dan meningkatkan prestasi dalam kehidupan masing-masing," ucapnya.

Sementara di tempat terpisah, anggota Kelompok Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Unpad, Nurul Ilsa mengatakan, sebagai mahasiswa pihaknya wajib mencontoh semangat para pejuang untuk diimplementasikan dalam kehidupan masa kini. "Sekarang justru banyak muncul pahlawan kesiangan. Banyak sekali mereka yang memanfaatkan kesempatan saat kondisi negara kita sedang tidak karuan ini. Karena itu diperlukan seorang pemimpin yang kompeten dan intelektual serta humble dalam menjalankan hukum. Ia tidak memandang ras atau hubungan pertalian keluarga," tegasnya.

Penilaian di atas tadi sah-sah saja dikemukakan. Tapi kalau mau jujur istilah pahlawan adalah sebuah kata yang diberikan kepada orang yang berjasa kepada negara ini. Sebenarnya banyak sekali orang-orang yang telah berjasa bagi bangsa ini, namun nama mereka tidak tertulis dalam buku sejarah. Zaman sekarang pun banyak sekali orang yang berjasa di berbagai bidang. Seperti ekonomi, sosial, budaya, politik, dan ilmu pengetahuan. Tak hanya itu, ada pula mereka yang membentuk moral, khususnya para remaja dengan ilmu agama. Mereka juga berhak disebut sebagai pahlawan. 

Merapi Meletus Empat Kali

Kondisi puncak Gunung Merapi terus mengeluarkan asap solfatara saat terekam dari Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Selasa (26/10/2010). Selain asap solfatara yang terus keluar juga terjadi peningkatan guguran material vulkanik berupa batuan berasap yang disertai suara gemuruh

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Setelah dinyatakan berstatus "Awas" sejak Senin kemarin, Gunung Merapi akhirnya memulai fase erupsi, Selasa (26/10/2010) sore. Luncuran awan panas atau yang biasa disebut wedhus gembel, terjadi hingga empat kali.
Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), menyebutkan awan panas pertama terjadi pada pukul 17.02 dan lebih mengarah ke barat.
Luncuran kedua terjadi pada pukul 17.19, 17.24, dan 17.34. Namun, pantauan luncuran-luncuran berikut itu tidak bisa terpantau karena terhalang kabut tebal dan diduga tersebar ke segala arah. Hingga pukul 18.33, awan panas terus meluncur dan alat seismograf di kantor BPPTK masih terus mencatat pergerakan awan panas.
BPPTK pun memerintahkan seluruh petugas di lima pos pemantau gunung Merapi untuk turun dan mengevakuasi diri pada pukul 18.05. Pada saat bersamaan, terdengar 3 kali letusan besar dari pos Jrakah dan Selo di Magelang. 

Laporan wartawan KOMPAS Mohamad Final Daeng
Selasa, 26 Oktober 2010 | 19:37 WIB

Semburan Merapi Rabu Pagi
Semburan Gunung Merapi dipantau dari Manisrenggo, Klaten, Rabu (10/11/2010).
YOGYAKARTA, KOMPAS.com Sejak meletus pada Selasa (26/10/2010), Gunung Merapi di perbatasan Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah terus menyemburkan awan panas hingga Rabu (10/11/2010). 
Gunung Merapi terlihat jelas dari berbagai daerah, seperti dari Kota Yogyakarta, Cangkringan, Sleman, dan Manisrenggo (Klaten) sejak pagi hingga pukul 10.00. Awan panas itu membumbung tinggi bergerak ke arah barat. Namun, tidak terdengar dentuman dari arah puncak Merapi. Gunung teraktif di dunia ini masih berstatus Awas.
Presiden Amerika Serikat Barack Obama mempersingkat kunjungannya ke Indonesia karena khawatir dengan muntahan abu vulkanik Gunung Merapi yang bisa mengganggu penerbangan Air Force One, pesawat kepresidenan AS.

Kamis, 04 November 2010

SAYANGILAH AKU
Di hati ini terasa indah
Bila diisi dengan kebahagiaan
Sebuah pengabdian cintaku
Hanya untuk seseorang

CINTAILAH AKU.,,,,,
SAYANGILAH AKU,,,,,

Aku akan menyerahkan hati ku kepada seseorang...


DALAM RENUNGAN HATIKU
Di keheningan malem ku terdiam
Di iringi nyanyian sang angin
Malam yang menemaniku
Dan ku melihat 1 pernama
Dan ku meminta kepada sang purnama
Agar ku bisa bersamanya kepada lelaki yang ku cinta

SWEET
Memory.......
Dimalam yang dingin dan gelap sepi
Anganku melayang pada kasih kita
Terlalu manis untuk dilupakan 
Kangen yang indah bersama mu yang pernah kita lewati
I HOPE U DON'T FORGET ME
 
Copyright IKHLAS 2009. Powered by Blogger.Wordpress Theme by Ezwpthemes .
Converted To Blogger Template by Anshul Dudeja.